fbpx

5 Kesalahan Website Fotografer Pernikahan

fotografer-pernikahan-semar Bisnis fotografi pernikahan merupakan salah satu incaran para fotografer sehingga banyak fotografer mulai membangun website untuk mempromosikan jasa pemotretan wedding dan prewedding kepada calon pengantin dan kebanyakan dari Anda berpikir sebagai fotografer tetapi lupa berpikir bagaimana website dapat bekerja untuk Anda sehingga menjadi alat pemasaran yang membuat calon pengantin menyewa Anda sebagai fotografer pernikahan mereka, berikut catatan 5 Kesalahan Website Fotografer Pernikahan yang paling banyak saya temukan di internet.

1. Menggunakan website berjenis flash.

Website jenis flash memang dapat membuat tampilan website fotografi pernikahan menjadi menarik, dengan berbagai animasi yang bergerak dinamis, tetapi flash memiliki kelemahan terutama pada sisi search engine optimization (SEO) sehingga seringkali website tidak ter-indeks dengan baik di mesin pencari. Solusinya dapat dengan menambahkan beberapa teks keyword pada html agar dapat dibaca oleh mesin pencari.

Sebaiknya tidak menggunakan website flash, tetapi menggunakan website berjenis html. WordPress merupakan salah satu web blog yang search engine friendly sehingga sangat membantu dalam menyediakan keyword untuk mesin pencari dan potensi memenangkan pencarian di Google atau Yahoo.

2. Meng-upload foto terlalu besar.

Kualitas hasil foto selalu nomor satu bagi fotografer dan seringkali Anda berpikir harus meng-upload foto berukuran besar agar hasilnya tajam dan nyaman dilihat seperti ketika Anda mengedit foto tersebut, Tapi Anda lupa bahwa ini adalah website, foto berukuran besar bukan pilihan yang baik. Sekarang ini jamannya smartphone canggih dan tablet pc dimana jutaan orang mulai mengunjungi website menggunakan jenis gadget yang berlayar kecil. Mari ambil contoh spesifikasi tablet pc rata - rata yang paling laris di pasaran hanya berukuran maksimal 10" (inch) dengan rata - rata resolusi 1024px x 800px (beberapa yang canggih menyentuh 1280px) artinya bila ukuran foto Anda lebih besar dari angka tersebut akan tetap dipaksa tampil pada ukuran layar, yang terjadi foto akan di-resize dan memakan waktu loading website serta memperberat gadget membuka website karena ukuran file yang besar.  Jadi berilah ukuran yang wajar saja, buat file foto menjadi kecil tetapi kualitas tampilan foto masih layak dilihat.

3. Terlalu banyak foto.

Anda tidak perlu menampilkan semua foto hasil kerja Anda dari sepasang pengantin seperti yang Anda berikan di album pernikahan mereka, cukup dengan sampel yang mewakili saja, misalnya foto cincin, foto pemberkatan nikah, foto wedding kiss (kalau pengantinnya mengijinkan foto tersebut dipublikasikan), foto resepsi pernikahan, foto detail atau pernak pernik pernikahan. 5 - 10 foto dirasa sudah cukup untuk menjelaskan kemampuan seorang fotografer pernikahan yang profesional. Apa alasan dari semua itu ?,

* karena terlalu banyak foto membuat website Anda berat untuk diakses, ujung - ujungnya klien batal membuka web Anda karena dikira nge-hang.
* sekarang jaman Facebook, manfaatin aja halaman bisnis Anda di Facebook untuk menampilkan seluruh foto dalam 1 album khusus (kapasitas album foto di Facebook mencapai 1000 foto per album)
* foto yang sedikit (5-10 foto) membuat calon pengantin yang ingin menyewa Anda berkemungkinan menjelajah foto koleksi lainnya dari klien - klien yang sudah Anda tampilkan di website bisnis fotografi.

4. Tidak jelas siapa yang dihubungi.

"By appoinment only", "silahkan tinggalkan pesan kepada kami", dan lain sebagainya. Balik bertanya deh, Apakah Anda mau menyewa jasa seseorang sementara Anda sendiri tidak tahu siapa yang akan dan sedang Anda hubungi ? demikian pula calon pengantin yang mengunjungi website fotografi pernikahan, Anda baru saja membuat mereka ketidakjelasan siapa fotografernya, siapa yang dihubungi. Sekali lagi calon pengantin tidak membeli foto tetapi menyewa fotografer profesional. Bila Anda tidak terlihat maka website bisnis fotografi pernikahan yang Anda bangun hanyalah museum foto pernikahan, bukan alat pemasaran bagi bisnis fotografi Anda.

5. Tidak memiliki deskripsi atau keterangan.

Foto, foto dan hanya foto yang ada didalam website. Calon Pengantin mencari yang mereka butuhkan, mencari yang dapat memberikan jawaban akan masalah fotografer pernikahan mereka, mencari gaya fotografi yang mereka inginkan dan inilah tugas Anda sebagai fotografer pernikahan memberikan jawaban dari pencarian para calon pengantin.